dessert

Dessert Klappertart Tradisional Rasa Premium

Dessert Klappertart berasal dari Manado, Sulawesi Utara, dan merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Belanda pada masa kolonial. Nama klappertart diambil dari bahasa Belanda, yaitu klapper yang berarti kelapa dan tart yang berarti kue atau pai, sehingga secara harfiah klappertart berarti kue kelapa. Hidangan ini mulai dikenal pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19.

Kelapa muda yang melimpah di Sulawesi Utara kemudian menjadi ciri khas utama yang membedakan klappertart dari kue tart Eropa lainnya. Perpaduan teknik memasak Barat dengan bahan lokal inilah yang menjadikan klappertart unik dan berkarakter.

Pada masa ini, muncul ciri khas tambahan seperti kismis, kenari, dan taburan kayu manis yang memperkaya rasa dan aroma.

Seiring perkembangan zaman dan dunia kuliner, klappertart mengalami banyak inovasi.

Di era modern, klappertart telah bertransformasi menjadi produk komersial dan oleh-oleh khas Manado yang populer.

Klappertart memiliki keunikan utama pada penggunaan kelapa muda segar sebagai bahan utama. Inilah ciri paling menonjol yang menjadikan klappertart identik dengan Manado.

Keunikan lainnya terletak pada perpaduan budaya. Klappertart merupakan hasil akulturasi antara teknik memasak Belanda dan bahan lokal Nusantara. Meskipun menggunakan metode dan konsep dessert Barat, rasa dan aromanya tetap sangat Indonesia berkat kelapa, kayu manis, dan kacang kenari.

Dari segi tekstur, klappertart juga istimewa karena berada di antara puding, custard, dan kue. Tidak terlalu padat seperti cake, namun juga tidak sepenuhnya cair, sehingga memberi pengalaman makan yang lembut dan mewah.

Selain itu, klappertart terus menarik karena mudah berinovasi. Keunikan inilah yang membuat klappertart tetap lestari sebagai kuliner tradisional sekaligus relevan dengan selera masa kini.

Rasa pahit dan hangat dari minuman ini akan menyeimbangkan manis dan creamy dari klappertart, membuat pengalaman menikmati dessert jadi lebih seimbang.

“HAPPYNESS IN EVERY MOMEN”

Tinggalkan Balasan